Suatu Sabtu di Kepuh Permai

Udah lama nggak menikmati weekend di Jogja, my own home. Weekend lalu, aku ada kerjaan di Salatiga. Weekend sebelumnya, aku hanimun di Bandung bersama Mandra.

Bangun tidurnya tetap pagi, tapi bermalas-malasan dulu di kasur. Setelah menenggak lebih dari setengah liter air putih, aku menyeduh my own favorite Dilmah T-Series Rose with French Vanilla black tea, kasih sedikit madu. Aku suka taste rose dan vanillanya yang smooth tapi ngena. Madu sengaja kutambahkan untuk sedikit membantu menetralisir tumpukan racun dalam tubuhku, yang beberapa minggu terakhir dijejali oleh berbagai jenis racun, terutama nikotin dan alkohol. Madu juga dipercaya bagus untuk membantu menjaga ketahanan tubuh dan stamina. Cuaca lagi nggak menentu, sebentar panas menyengat, tiba-tiba hujan deras, lalu mendung, abis itu panas lagi. Ah, tubuhku yang lemah ini bisa ambruk karenanya.

Sarapan my own favorite Cajun seasoned french fries. Bumbu Cajun, yang merupakan salah satu bumbu khas Meksiko, paling cocok dinikmati bersama Zinfandel wine. Wah, berarti timingnya nggak pas. Beberapa hari lalu aku barusan mencicipi Delicato White Zinfandel. Tapi hari ini baru makan Cajunnya.

Sambil makan, aku ngerumpi sama my own beloved brother, Yosie. Hal yang rasanya udah lama banget, mengingat beberapa minggu ke belakang aku sibuk wira wiri kesana kemari. Dia sendiri sibuk bekerja juga sekarang, jadi intensitas ketemuan kami rada berkurang. Kangen banget deh jadinya.

Iced teh tarik sambil YMan di teras rumah yang masih terasa sejuk, padahal sudah mendekati tengah hari. Slurrrrp… Akhirnya aku bisa minum es yang es batunya dari air yang dimasak.

Teman setia, my own favourite Lucky Strike Menthol!

Rada siangan, ada tukang sol sepatu lewat. Langsung cegat. Sepasang high heels yang biasa kupakai kerja haknya sudah tipis. Si Mang logatnya Sunda, jadi kami malah ngobrol dengan bahasa Sunda sekalian. Jadi kangen Bandung…

Do-it-yourself French manicure. Udah lama banget nggak mendandani kuku-kukuku. Kayanya, terakhir kali french manicure waktu open day Emirates Airlines, sekitar bulan September.

Siang-siang, gerah, Mix Max Cranberry Grapefruit dingin, segerrr. Padahal baru tadi pagi detoks, heheheh.

Siang sampai sore, hujan yang sudah lama nggak nongol pun meleleh juga. Hawanya jadi adem. Enakan mlungker di my messy room. Zzzzz…

Sore: Destressing body scrub Ginger & Lavender.

Dilanjut hair mask. Rambut panjang memang perlu perawatan ekstra. And I’m very bad on that.

Udah seger, cantik dan wangi, nyruput my own favorite white coffee anget. Aroma kopinya yang soft, ditambah non dairy creamer yang creamy banget. Nggak perlu gula juga udah nikmat.

Hujannya awet. Beberapa teman ngajakin have fun di Bunker. Ada gig, Final Attack main. Teman-teman lain juga ngajakin party di Vino. Kangen imported white wine juga sih. Finally, I prefer untuk pewe di rumah sambil jalan-jalan di dunia maya.

Aduh, rasa nggerus itu tiba-tiba datang menyemarakkan suasana. Eh, Mandra nelpon. Lagi di venue, ada gig punk. Tapi dia datang untuk ketemu sama temannya aja. Setelah urusan selesai, katanya mau terus pulang.

Alergi kumat. Aku pun batuk-batuk dengan anggunnya. Tubuhku memang kurang tahan banting. Cuaca dingin, tiba-tiba panas banget, aku bersin-bersin. Cuaca panas, tiba-tiba dingin banget, aku batuk-batuk. Mlungker aja dibalik selimut polkadot biru muda kesayangan (yang seharusnya sudah sejak 2 minggu lalu aku laundriin tapi lupa terus), yang sudah lama nggak memeluk tidurku karena malam-malam kemarin panas banget. Gudnetz!

Published by

veronicalucia

Enjoying life...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s