New Year Brunch at Four Seasons Jakarta

Akhir tahun adalah momen yang cukup sibuk. Para klien mengajukan permintaan dukungan untuk acara tahun baru mereka masing-masing. Setelah selesai dengan urusan sponsor tersebut pun kesibukan belum habis. Sebagai timbal baliknya, mereka pun membanjiri kami dengan undangan-undangan acara tahun baru.

Tentu, aku tidak begitu berminat menghadiri acara malam pergantian tahun. Selain karena tidak sanggup menjebakkan diri di tengah kemacetan Jakarta, aku tak ingin meninggalkan balita 18 bulanku tercinta. Karena itu, aku memilih untuk menghadiri New Year Brunch yang diselenggarakan oleh hotel Four Seasons Jakarta.

Year end is a very busy moment. My beloved clients sent sponsorship proposal for their new year’s eve. After all those sponsor things are done, they then sent us invitations to attend their new year’s eve.

I surely don’t really interested to attend the new year’s eve. Not only that I cannot stand to trap myself in the middle of Jakarta’s traffic, I cannot also leave my beloved 18-month toddler at home. So, I chose to attend New Year Brunch at Four Seasons Jakarta.

Aku, suami tercinta dan Bebi Vendra, tiba di hotel Four Seasons sekitar pukul 12 siang kurang 15 menit. Perjalanan dari rumah menuju hotel cukup lancar. Bebi Vendra sempat kususui dulu. Aku tahu, jam segitu sesungguhnya adalah waktunya Bebi Vendra untuk tidur siang. Tapi ia menahan diri.

Tepat pukul 12 siang, Seasons Cafe mulai dipadati pengunjung, yang kebanyakan adalah keluarga expatriat. Kami bertiga pun diantar ke meja yang sudah disiapkan untuk kami.

Setelah kami duduk, dan Bebi Vendra juga duduk di baby chairnya, para pramusaji menawarkan minuman. Kami memilih sparkling wine.

We arrived at Four Seasons around quarter to noon. The trip from our home to hotel was a not very jammed. Then, I nursed Bebi Vendra. I knew, it was the time for him for siesta.

At noon, Seasons Cafe is crowded already. Mostly by expat families. A kind waiter taken three of us to be seated.

After we had a seat, and Bebi Vendra seated on the baby chair, they offer us some drinks. I chose sparkling wine. I feel like celebrating.

Setelah itu, kami berkeliling supaya Bebi Vendra memilih makanan yang diinginkannya. Seperti yang kuduga, ia tertarik pada potato wedges. Juga kacang polong di salad bar.

Aku ikutan makan potato wedges, kutambah beef bacon dan roasted turkey with mushroom sauce. Aku mencoba cranberry saucenya juga. Mushroom saucenya enak banget. Aku suka.

Setelah itu, aku menyantap salad berisi jagung manis, kacang polong, black olive, serta paprika hijau dan paprika merah yang kusiram dengan thousand island dressing. Rasanya biasa sih.

Afterwards, we walking around so Bebi Vendra chooses the food he want to. As I thought before, he chose potato wedges also green peas on salad bar.

I tried potato wedges as well, with beef bacon and roasted turkey with mushroom sauce. I tried cranberry sauce too. I loved mushroom sauce.

Then, I enjoyed salad, consisted of sweet kernel corn, green peas, black olive, also red bellpepper and green bellpepper, topped by thousand island dressing. This one was ordinary for me.

Kemudian, Bebi Vendra dan Papanya kembali ke meja dengan sepiring pencuci mulut yang menggoda. Aku pun segera meluncur ke meja pencuci mulut. Cukup bingung memilih, semuanya tampak nikmat. Dan akhirnya aku kembali ke mejaku dengan Chocolate Cake, Almond Cake, Black Forest, Kue Sus, serta Strawberry & Marshmallow Chocolate Fondue. Semuanya enak dan nggak eneg. Lumer di mulut dengan lembutnya. Hmm…

Bebi Vendra and my beloved hubby came back to our table with a plate full of tempting deserts. So, I ran right away to deserts station. I was confused. Everything looked delicious.Finally, I went back to our table with Chocolate Cake, Almond Cake, Black Forest, Choux, also Strawberry & Marshmallow Chocolate Fondue. Hmm…

Bebi Vendra tampak mulai bosan, aku pun mencoba merayunya dengan satu skup es krim coklat dengan taburan chocolate caviar dan potongan buah stroberi. Tapi ia tak mau, sehingga akhirnya es krim buatan rumah yang rasa coklatnya dahsyat banget itu berakhr di perutku juga. Anehnya, aku tetap nggak merasa eneg.

Aku dan suami tercinta masih berusaha merayu Bebi Vendra. Kali ini dengan sepiring spageti dengan saus krim. Aku malah tergoda mencicipi nasi goreng wagyu dan peking duck.

Bebi Vendra looked irritated, so I tried to give him a scoop of homemade chocolate ice cream with chocolate caviar and strawberry slices. But he refused it, so I enjoyed it for myself.

Me and my beloved hubby still trying to give Bebi Vendra a plate of creamy sauce spaghetti. While I was tempted by Wagyu Fried Rice and Peking Duck.

Bebi Vendra malah tertarik pada grup musik yang tampil menghibur para pengunjung. Bahkan, ia memaksa untuk duduk di kursi pemain piano. Well, itu membuatku semakin yakin untuk ‘memaksanya’ les piano klasik, tahun depan.

Sekitar jam setengah tiga, kami pun kembali ke rumah. Anehnya, masih tanpa rasa eneg, padahal aku makan sangat banyak dan sparkling wineku entah sudah diisi ulang berapa kali. Secara keseluruhan, aku puas makan di Four Seasons.

Bebi Vendra was interested to the band that was playing. Even he insisted to sit on the pianist chair. Well, that made me sure to send Bebi Vendra to classic piano class, next year.

At half past two, we went back home.Strangely, I didn’t feel very full, even I ate very much. And my sparkling wine glass was refilled so many times. It was a great dining experience.

Selamat tahun baru 2012!

A Shocking Morning

Setiap bulan, HRD grup perusahaan tempatku bekerja merilis Buletin Kinerja Karyawan, yang ditempel di papan pengumuman kantor. Isinya adalah daftar orang-orang yang terkena teguran dan peringatan selama bulan lalu, serta yang berprestasi.

Aku kaget, ketika namaku disebut di Buletin Kinerja Karyawan bulan ini. Kupikir, aku kena teguran karena dosa yang tidak kusadari. Ternyata, namaku ada di kolom Prestasi, yaitu penjualan terbaik bulan Agustus 2011. Bangga, tentu, karena aku baru 2 bulan bergabung dengan perusahaan ini. Mudah-mudahan, bulan-bulan selanjutnya, aku akan mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasiku. Semangat!

J.Co Iced Chocolate

Aku, kalau sedang menyukai makanan atau minuman tertentu, biasanya akan terus-terusan membuat atau membelinya selama beberapa waktu. Sekitar dua minggu ini, aku lagi senang Iced Chocolate-nya J.Co. Kebetulan, kemarin, aku tiba di J.Co Central Park, Jakarta, hanya beberapa menit sebelum jam 12 siang. Dan mereka ada promo paket minuman dan semacam sandwich dengan harga 27.000 rupiah per paket.

Aku memilih Ice Chocolate, tentu saja, dan J.C Omelette, dari beberapa pilihan sandwich yang tersedia. Iced Chocolate-nya kaya banget akan rasa coklat, tidak terlalu manis, dan cukup creamy. Sandwichnya lumayan, dengan roti bun berbahan seperti donat, di bagian tengahnya ada telur mata sapi, daun selada, keju lembaran, serta saus dengan rasa agak menyengat.

Bubur Rang-Rang – Glutinuous White Rice Porridge with Palm Sugar and Coconut Milk

Dua minggu lalu, aku berkesempatan menikmati makan malam buka puasa di Red Top, Jakarta. Salah satu menu prasmanan yang disediakan adalah Bubur Rang-Rang. Aku jadi teringat masa kecil, karena dulu Mamaku sering membuatkan kami makanan tersebut. Tentu, aku tertantang untuk membuatnya juga.

Two weeks back, I got the chance to enjoy a break-fasting dinner at Red Top, Jakarta. One of the buffet menu they served was Bubur Rang-Rang, a typical glutinuous rice porridge with palm sugar and coconut milk from Yogyakarta. I remembered, when I was much younger, my beloved Mom used to cook it for us. Of course, I was challenged to cook my own.

Bahan-bahannya:
100 gram beras ketan putih, cuci bersih, kemudian rendam dalam 500 mililiter air bersih selama minimal 2 jam
100 mililiter santan kental, campur dengan 150 mililiter air
30 gram gula merah, sisir
1 lembar daun pandan
seperempat sendok teh garam
100 mililiter santan siap pakai

Cara membuatnya:
1. Rebus beras ketan putih dalam air rendamannya.
2. Rebus campuran santan dan air bersama gula merah hingga tercampur rata. Saring.
3. Tambahkan ke dalam rebusan beras ketan putih.
4. Tambahkan garam dan daun pandan.
5. Masak hingga menjadi bubur. Angkat. Sajikan bersama santan siap pakai.

The Ingredients:
100 grams glutinuous white rice, washed, soaked in 500 milliliters water for at least 2 hours
100 milliters coconut cream, mix with 150 milliliters water
30 grams palm sugar
a quarter tea spoon salt
1 pandan leaf
100 milliliters ready-to-use coconut milk

The directions:
1. Boil glutinuous white rice.
2. Boil coconut cream and water, added palm sugar, until completely dissolved. Strain.
3. Add to glutinuous white rice.
4. Add salt and pandan leaf.
5. Simmer until they turn into porridge. Remove. Serve with ready-to-use coconut milk.

Review: Ifumie at Solaria

Beberapa hari lalu, aku makan siang bersama teman-teman kantor di Solaria, Blok M Plaza, Jakarta. Aku memesan Ifumie.

A few days back, I enjoyed lunch with some of my colleagues at Solaria, Blok M Plaza, Jakarta. I ordered Ifumie.

Mi renyah disiram sayuran tumis semacam cap cay, lengkap dengan telur orak arik dan potongan baso sapi. Aku suka perpaduan rasa renyah mi dengan sayuran yang terasa segar dan masih renyah. Meskipun rasanya cepat kenyang.

Crispy noodles poured by stir fried vegetables. I love the crunchiness of the noodles, combined with fresh and crunchy vegetables. But I was easily full.